Monday, February 13, 2012

Sinopsis Miss Ripley Episode 9

Tidak menduga akan bertemu, baik Myeong Hoon dan Yoo Hyeon pun merasa terkejut tetapi senang. Apalagi setelah saling tahu bahwa mereka ke toko perhiasan sama-sama untuk membelikan hadiah buat wanita tercinta.
Berbincang santai di sebuah kafe, Myeong Hoon dan Yoo Hyeon bertukar cerita tentang wanita tercinta mereka masing-masing. Keduanya juga menyatakan rasa penasaran mereka untuk saling diperkenalkan. Sampai saat itu, keduanya memang masih belum menyadari wanita tercinta yang mereka maksud adalah orang yang sama.

Hari itu merupakan hari pertama Mi Ri untuk memberikan kuliah tentang perhotelan. Meski awalnya gugup, Mi Ri mampu melewatinya dengan sukses. Myeong Hoon datang untuk menjemput Mi Ri sambil membawa hadiah kejutan. Tapi rupanya, begitu Myeong Hoon tiba, ruang kuliah sudah kosong.
Ternyata Mi Ri sudah lebih dulu dijemput oleh Yoo Hyeon. Mi Ri dibawa Yoo Hyeon ke sebuah tempat yang sudah di-setting sedemikian rupa oleh Yoo Hyeon. Begitu masuk, Mi Ri disambut oleh bunga mawar berbentuk hati. Mi Ri lebih dikejutkan lagi dengan adanya slide show foto-foto dirinya sambil diiringi alunan piano dan suara nyanyian Yoo Hyeon.
Mi Ri sangat terharu. Sampai-sampai tanpa sadar dia meneteskan air mata. Seusai bernyanyi, Yoo Hyeon turun mendekati Mi Ri. Yoo Hyeon menyatakan perasaan cintanya dan melamar Mi Ri. Yoo Hyeon juga menyatakan bahwa dia akan membuat Mi Ri tidak lagi merasa kesepian. Sambil menangis haru, Mi Ri menerima lamaran Yoo Hyeon sambil mempertanyakan apakah Yoo Hyeon akan mencintainya, seperti apapun dirinya.


Esoknya, Yoo Hyeon berkunjung ke Hotel A untuk mengenal lebih dekat seluk-beluk Hotel A. Tentu, Myeong Hoon harus menemani Yoo Hyeon berkeliling. Tiba di bagian ruang Manajer Kamar. Mi Ri terkejut karena di hadapannya ada dua pria yang dia cintai dan mencintainya. Mi Ri jadi agak canggung saat memperkenalkan diri kepada Yoo Hyeon. Myeong Hoon lebih terkejut lagi karena saat itu Myeong Hoon sempat melihat sebuah cincin mewah melingkar di jari Mi Ri.  


Acara makan malam untuk merayakan bergabungnya dua hotel dimanfaatkan Yoo Hyeon untuk memperkenalkan wanita yang dicintainya kepada Myeong Hoon. Myeong Hoon menerima ajakan tersebut dengan senang hati. Myeong Hoon memang sudah sangat penasaran dengan wanita yang dicintai partner yang sudah dianggapnya sebagai adiknya tersebut.
Betapa terkejutnya Mi Ri. Ternyata orang yang dikatakan sangat ingin menemuinya adalah Myeong Hoon! Myeong Hoon lebih terkejut lagi. Malam itu, suasana amat tegang dan kaku.
Entah disengaja atau tidak, Mi Ri menyenggol gelas yang ada di depan Yoo Hyeon. Akibatnya Yoo Hyeon harus ke toilet. Jadilah di ruangan tersebut tinggal Mi Ri dan Myeong Hoon. Kesempatan itu digunakan Mi Ri untuk menjelaskan keadaan.
        Bagi Mi Ri, ‘karena sudah basah, menyelam saja sekalian!’. Mi Ri mengutarakan bahwa hubungannya dengan Yoo Hyeon sudah terjalin sebelum dia bertemu Myeong Hoon. Mi Ri juga menyatakan bahwa dirinya memang wanita ‘seperti ini’. Betapa tajamnya perkataan Mi Ri, Myeong Hoon masih bisa menutupi perasaan terlukanya.


Esok harinya Mi Ri diajak ke makam ibu Yoo Hyeon. Di sana, Mi Ri malah merasa terharu dan sedih. Mi Ri teringat akan ibunya. Mi Ri menyatakan keheranannya di depan Yoo Hyeon. Kenapa dia merindukan ibunya yang wajahnya saja sudah tidak bisa dia ingat.
Yoo Hyeon merasa kasihan. Yoo Hyeon menyatakan dia akan akan menjadi ibu bagi Mi Ri. Yoo Hyeon juga mengajak Mi Ri untuk saling bersandar satu sama lain, apapun masalahnya. 


Di sisi lain, Myeong Hoon bertemu dengan seorang tamu yang pernah lama tinggal di Jepang. Saat melihat iklan hotel yang modelnya adalah Mi Ri, tamu tersebut menyatakan bahwa sepertinya dia pernah kenal. Tamu tersebut bahkan masih membawa kartu nama pub yang dijalankan Hirayama di Jepang dulu.
Di kartu nama tersebut, terdapat foto Mi Ri yang menggunakan wig warna merah. Yoo Hyeon membandingkan kartu nama tersebut dengan kartu nama yang dia dapatkan dari Hirayama beberapa waktu yang lalu.

Sinopsis Miss Ripley Episode 8


Jang Myeon Hoon agak sedikit curiga. Saat hendak pulang, Myeong Hoon bertemu* lagi dengan laki-laki tersebut. Menabrak Mi Ri sampai menjatuhkan tas yang di pegang Mi Ri, laki-laki tersebut meminta maaf dan berlaku seolah-olah tidak mengenal Mi Ri. Hal ini semakin menambah keganjilan yang dirasakan Myeong Hoon. Mi Ri sendiri sangat terkejut dan sangat ketakutan kalau-kalau mantan bosnya itu membuka kedoknya saat itu juga. Tapi rupanya, keberuntungan sejauh ini masih berpihak pada Mi Ri. 

Esok harinya Mi Ri diajak Yoo Hyeon untuk menemui orang tua Yoo Hyeon. Di tengah-tengah perjalanan, Mi Ri mengutarakan keganjilannya. Seolah-olah belum tahu apa-apa, Mi Ri mempertanyakan mengapa perjalanan mereka disertai dua orang bodyguard dan semacamnya.
Setelah menepi dan duduk berdua di sebuah taman, Yoo Hyeon pun mengutarakan siapa dirinya yang sebenarnya. Yoo Hyeon berterus terang mengenai latar belakang keluarganya dan statusnya sebagai penerus jabatan ayahnya sebagai Direktur Hotel Mondo.
Mi Ri berpura-pura kaget dan berlaku seperti orang yang baru sadar bahwa selama ini telah dibodohi. Keadaan tersebut membuat Yoo Hyeon merasa bersalah. Yoo Hyeon meminta maaf dan meminta tolong kepada Mi Ri untuk mempercayainya. Selain meminta maaf, Yoo Hyeon juga mengutarakan perasaan cintanya terhadap Mi Ri. Mi Ri terkejut. Meski ini yang diharapkan tapi bagi Mi Ri ini terlalu cepat.


Ternyata mantan bos Mi Ri datang ke hotel mencari Mi Ri. Karena Mi Ri sedang tidak ditempat, Myeong Hoon yang menggantikan. Myeong Hoon menanyai laki-laki tersebut mengenai hubungannya dengan Mi Ri. Laki-laki tersebut ternyata masih berbaik hati untuk tidak menceritakan siapa sebenarnya Mi Ri. Laki-laki tersebut menjawab bahwa antara dia dan Mi Ri ada permasalahan hutang-piutang.
 Sebelum pergi, laki-laki tersebut memberikan kartu namanya kepada Myeong Hoon. Disitu tertulis nama laki-laki tersebut, Hirayama. Sambil memperhatikan kartu nama tersebut, Myeong Hoon berpikir dan menerawang tentang hubungan laki-laki tersebut dan Mi Ri yang terasa sebagai hubungan yang tidak biasa.


Karena Mi Ri sulit dihubungi, Myeong Hoon memutuskan untuk mendatangi rumahnya. Myeong Hoon juga sudah tahu bahwa Mi Ri ternyata tinggal bersama Moon Hee Joo, rekan satu tim dengannya. Myeong Hoon jadi tidak merasa asing. Karenanya, sambil menunggu kepulangan Mi Ri, Myeong Hoon mengobrol dengan Hee Joo. Melalui keterusterangan Myeong Hoon, Hee Joo tahu kenyataan bahwa Mi Ri sedang menjalin hubungan dengan Myeong Hoon. Hee Joo sangat terkejut. Lalu, bagaimana dengan Yoo Hyeon?


Pulang diantar oleh Yoo Hyeon, Mi Ri menjadi merasa sungkan. Tapi Yoo Hyeon menyatakan bahwa dirinya tidak mau hari yang penuh kebahagiaan bersama Mi Ri hingga malam itu cepat berlalu. Rasa sungkan Mi Ri berubah menjadi senyuman. Begitu Yoo Hyeon beranjak dari hadapannya, Mi Ri tidak mampu menyembunyikan yang sebenarnya dia rasakan. Bahagia, terharu, senang, rasa bersalah, takut, sedih, semua bercampur menjadi satu.


Sesampainya di depan rumah, betapa terkejutnya Mi Ri melihat Myeong Hoon yang hendak pulang. Hee Joo memberi penjelasan bahwa Myeong Hoon telah sangat lama menunggu Mi Ri.
Sebelum Mi Ri masuk dan sebelum Myeong Hoon pulang, mereka mengobrol sebentar di dalam mobil. Myeong Hoon memuji teman rumah Mi Ri yang sangat baik dan cocok dijadikan teman. Myeong Hoon juga menyampaikan bahwa dirinya akan mulai mencoba mengenal Mi Ri lebih banyak lagi. Setelah Myeon Hoon pulang, kembali Mi Ri merasakan hal yang sama seperti saat Yoo Hyeon beranjak pulang tadi.


 Setelah Mi Ri masuk, Hee Joo langsung protes. Mi Ri meminta Hee Joo jangan ikut campur dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Tapi Hee Joo merasa harus ikut campur karena ini juga berkaitan dengan Yoo Hyeon. Hee Joo mengingatkan Mi Ri bahwa Yoo Hyeon mencintainya dengan tulus dan apa yang sedang dijalankan Mi Ri saat ini bukanlah cinta. Diprotes seperti itu, Mi Ri merasa Hee Joo meragukan ketulusannya terhadap Yoo Hyeon dan mempertanyakan cinta itu apa.


Esok harinya dihotel, Mi Ri mendengar rumor bahwa ada seorang laki-laki yang sedang diselidiki oleh Myeong Hoon. Laki-laki tersebut mencari dirinya pada hari sebelumnya. Mi Ri menjadi penasaran. Siapa laki-laki itu?
Benarlah, ternyata yang sangat amat ditakutkan telah terjadi. Laki-laki yang dimaksud adalah mantan bosnya, Hirayama! Mi Ri segera menghubungi Hirayama. Hirayama menertawai Mi Ri yang berhasil terperangkap dalam jebakannya. Hirayama juga memberitahu bahwa sebentar lagi Myeong Hoon akan menemui dirinya.
Mi Ri segera menuju ke tempat pertemuan mereka. Saat Mi Ri tiba, Hirayama sudah beranjak pergi. Hirayama mendapatkan sejumlah uang dari Myeong Hoon. Myeong Hoon meminta setelah pertemuan tersebut, masalah apapun dengan Mi Ri dianggap telah selesai.


Dengan penuh perasaan malu dan merasa bersalah, Mi Ri meninta maaf kepada Myeong Hoon. Mi Ri menceritakan masa lalunya yang memang penuh penderitaan sampai terjerat hutang seorang rentenir. Myeong Hoon menanggapi bahwa dirinya menyesal di hari tersebut terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Myeong Hoon meminta Mi Ri untuk segera melupakan yang baru saja terjadi. Karena bagi Myeong Hoon, hari itu adalah hari yang seharusnya penuh kegembiraan. Hari itu, Myeong Hoon mendapat kabar bahwa Mi Ri dipersiapkan untuk mengisi perkuliahan khusus.


Esoknya, sebagai ucapan selamat kepada Mi Ri, Myeong Hoon berencana untuk membelikan sesuatu di toko perhiasan. Tidak terduga, di sana Myeong Hoon bertemu dengan Yoo Hyeon. Ternyata Yoo Hyeon membelikan cincin untuk Mi Ri. Mereka berdua belum saling tahu bahwa mereka membeli perhiasan untuk wanita yang sama., yaitu Jang Mi Ri.

Sinopsis Miss Ripley Episode 7


Begitu membuka pintu, Mi Ri sangat terkejut. Myeong Hoon datang! Seolah tidak ada keganjilan, Mi Ri mengajak Myeong Hoon ke pantai.
           Yoo Hyeon yang ditinggal sendiri merasa heran. Keheranan Yoo Hyeon berubah menjadi kepanikan setelah mendengar kabar bahwa ayahnya masuk rumah sakit. Malam itu juga, Yoo Hyeon langsung meninggalkan pulau Jeju dan kembali ke Seoul.
Mendengar kabar bahwa ayah Yoo Hyeon masuk rumah sakit, Mi Ri menawarkan diri menjadi utusan Hotel A untuk menjenguk. Kebetulan karyawan lain tidak ada yang bersedia karena alasan takut berhadapan dengan petinggi. Mi Ri menggunakan kesempatan tersebut untuk mencuri hati ayah Yoo Hyeon.
Sebelum pulang, Mi Ri diajak Myeong Hoon ke sebuah tempat. Awalnya Mi Ri dibuat penasaran. Ternyata Myeong Hoon telah mempersiapkan kejutan untuknya. Pesta ulang tahun yang begitu mengharukan bagi Mi Ri. 


Setelah pesta usai, Mi Ri diberi cincin. Cincin tersebut adalah cincin warisan dari ibu Myeong Hoon. Myeong Hoon menyampaikan, jika dia telah menemukan wanita yang tepat bagi hatinya, wanita tersebutlah yang berhak atas cincin warisan tersebut.
Meski terharu dan terkejut, Mi Ri tidak begitu saja menerima. Mi Ri takut akan pandangan rekan-rekan kerjanya. Mi Ri minta sedikit bersabar untuk menunggu waktu yang tepat. Myeong Hoon memahami maksud Mi Ri.


Di hari yang sama, Yoo Hyeon dan Hee Joo juga menyiapkan pesta kejutan untuk Mi Ri. Sambil menunggu kedatangan Mi Ri, Yoo Hyeon dan Hee Joo banyak mengobrol.
Yoo Hyeon memuji Hee Joo yang mempunyai kepribadian cerdas, hangat, dan penuh perhatian. Saat bersama Hee Joo, Yoo Hyeon merasa seperti bertemu teman lama. Begitupun yang diharapkan Yoo Hyeon seterusnya.
Mendengar ucapan Yoo Hyeon, Hee Joo malah sedih dan tanpa sadar meneteskan air mata. Yoo Hyeon heran dan menanyai Hee Joo apakah telah terjadi sesuatu.  Hee Joo segera menghapus air matanya dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.
Bersamaan dengan itu, Mi Ri masuk. Melihat kedekatan Yoo Hyeon-Hee Joo, Mi Ri tidak nyaman. Penjelasan Yoo Hyeon pun tidak didengar. Mi Ri malah meminta Yoo Hyeon untuk segera pulang.
Ketika Hee Joo mencoba menjelaskan bahwa semuanya disiapkan untuk memberikan kejutan untuknya, Mi Ri semakin marah. Mi Ri mengatakan bahwa persiapan pesta kejutan adalah sebuah alasan belaka. Mi Ri menambahkan, tujuan Hee Joo sebenarnya adalah berupaya untuk merebut hati Yoo Hyeon. Bahkan, Mi Ri menyebut Hee Joo sebagai teman yang ‘bermuka dua’.


Esoknya, Yoo Hyeon mengajak Mi Ri untuk makan siang bersama. Yoo Hyeon meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi malam sebelumnya. Yoo Hyeon juga beterus terang ingin menjalin hubungan dengan Mi Ri. Mi Ri terlihat amat tersanjung. Bagi Mi Ri, inilah pertama kalinya ada seorang pria yang secara resmi meminta izin untuk menjalin hubungan.


Hee Joo pergi ke panti asuhan, tempat dulu dia dibesarkan. Hee Joo ingin sedikit menenangkan diri. Tapi, apalah daya. Di sana, Hee Joo pun bertemu Yoo Hyeon. Mereka mengobrol. Lagi-lagi, obrolan mereka tidak jauh dari Mi Ri. Hal itu membuat Hee Joo tidak nyaman. Sampai-sampai, Hee Joo hampir membuka topeng kepalsuan Mi Ri dihadapan Yoo Hyeon.
Sebelum tambah jauh, Hee Joo pun pergi dan bersembunyi. Hee Joo sudah cukup terbebani perasaannya sendiri. Bagaimana tidak, seorang pria yang sempurna di matanya, lebih mencintai sahabat kecilnya. Sementara, semakin dia tahu banyak, semakin tidak dia kenal siapa sebenarnya sahabat kecilnya itu. 


Untuk mengurangi beban kekhawatiran Mi Ri, Myeong Hoon mencoba untuk memindahkerjakan Mi Ri. Myeong Hoon mencoba menghubungi kolega-koleganya yang berasal dari univesritas-universitas ternama.
Myeong Hoon ingin menjadikan Mi Ri sebagai salah satu pengajar di universitas. Dengan begitu, Myeong Hoon berharap Mi Ri tidak akan lagi terbebani menngenai hubungan mereka, khususnya terhadap karyawan Hotel A.
Saat proses perkenalan berlangsung, Mi Ri melihat mantan bosnya sedang duduk di suatu sudut yang lain sambil terus memperhatikannya. Mi Ri menjadi resah dan gelisah. Dengan sebuah kode, Mi Ri menemui mantan bosnya di toilet. Mi Ri diteror, diancam dan diminta memberi uang untuknya. Tidak ada pilihan lain, Mi Ri terpaksa setuju dengan mengajukan syarat. Mi Ri minta supaya mantan bosnya jangan lagi muncul dihadapannya.
Myeong Hoon beranjak karena khawatir lantaran Mi Ri tidak segera muncul dari toilet. Myeong Hoon mencari keberadaan Mi Ri. Sampai di depan toilet, Myeong Hoon berpapasan dengan Mi Ri yang baru keluar dari ruang toilet wanita. Ternyata setelah itu, seorang pria juga keluar dari ruang yang sama. Myeong Hoon terkejut.